Imam As-Syafii’, seorang tokoh mazhab yang wafat tahun 204 hijriah membuat sebuah syair yang cukup menarik. Berikut bunga rampai yang beliau gubahمَا فيِ المُقَامِ لِذِيْ عَقْلٍ وَذِيْ أَدَبٍ # مِنْ رَاحَةٍ فَدَعِ الأَوْطَانَ وَاغْتَرِبMerantaulah..Orang yang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman # Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang)سَافِرْ تَجِدْ عِوَضًا عَمَّنْ تُفَارِقُهُ # وَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيْذَ العَيْشِ فيِ النَصَبِMerantaulah…Anda akan mendapatkan pengganti dari orang-orang yang Anda tinggalkan (kerabat dan kawan) # Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuangإِنِّيْ رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءِ يُفْسِدُهُ # إِنْ سَالَ طَابَ وَإِنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِAku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan # Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenangوَالأُسْدُ لَوْلاَ فِرَاقُ الغَابِ مَاافْتَرَسَتْ # وَالسَهْمُ لَوْلاَ فِرَاقُ القَوْسِ لَمْ يُصِبِSinga jika tak meninggalkan sarang, tak akan dapat mangsa # Anak panah jika tak meninggalkan busur, tak akan kena sasaran.وَالشَمْسُ لَوْ وَقَفَتْ فيِ الفُلْكِ دَايِمَةً # لَمَلَّهَا النَاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنْ عَرَبِJika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam # tentu manusia bosan dan enggan memandangوَالتِبْرُ كَالتُرْبِ مُلْقًى فيِ أَمَاكِنِهِ # وَالعُوْدُ فِي أَرْضِهِ نَوْعٌ مِنَ الحَطَبِBijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang) # Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutanفَإِنْ تَغَرَّبَ هَذَا عَزَّ مَطْلُبُهُ # وَإِنْ تَغَرَّبَ ذَاكَ عَزَّ كَالذَّهَبِJika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang bernilai tinggi # Jika memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni
0 Comments